5 Tips Mengatur Keuangan Pribadi Ala Cewek Single


Tips Mengatur Keuangan

Tips Mengatur Keuangan – Kita sebagai cewek yang masih single pasti mempunyai beberapa kebutuhan. Besar atau kecil tergantung gaya hidup kita. Semakin sederhana tentu akan semakin baik. Dengan catatan nggak terlalu pelit untuk diri sendiri apalagi orang lain yang membutuhkan.

Untuk itu kita perlu memahami bagaimana merencanakan keuangan dengan baik. Agar kita nggak terjebak dengan segala pesona dunia. Yang terkadang malah menjerumuskan.

Bagaimana nggak menjerumuskan?

Saat ini teknologi sudah sangat maju. Bahkan untuk berbelanja, kita nggak perlu harus ke luar rumah. Mendatangi toko atau mall sampai berdesak-desakan di pasar. Apalagi di era new normal seperti saat ini. Dimana untuk keluar rumah saja kita harus patuh pada protocol yang ada.

Kita hanya perlu membuka aplikasi berbelanja. Kemudian melihat-lihat produk yang ditawarkan.

Coba kita bayangkan! Jika kita nggak benar-benar mengatur keuangan. Tanpa pikir panjang, kita akan memasukkan segala barang ke keranjang. Nggak perduli apakah barang itu akan kita butuhkan atau nggak. Asal cantik dan kita suka maka klik dan checkout.

Lalu, akhir bulan kita akan pontang-panting memenuhi kebutuhan primer. Hingga nggak heran jika kita akan berusaha meminjam dana ke sembarang pihak. Tanpa melihat latar belakang pihak tersebut.

Tips Mengatur Keuangan Bulanan Ala Cewek Single

Beberapa hal itu tentu membuat kita sebagai cewek yang masih single harus memahami bagaimana tips mengatur keuangan yang baik.

Tujuannya adalah untuk menghindari kita dari nafsu duniawi yang menjerumuskan. Selain itu sebagai pembelajaran kita saat kelak memiliki keluarga dengan tingkat kebutuhan yang lebih kompleks.

Jadi, apa saya yang perlu kita lakukan?

1. Menyusun Anggaran Bulanan dengan Rinci

Sebagai cewek single ada beberapa sumber keuangan. Bisa jadi dari orang tua. Atau dari penghasilan bulanan bagi yang sudah bekerja atau berwirausaha.

Pastikan saja, kita merinci sumber pemasukan yang sudah benar-benar jelas. Jika belum, maka biarkan saja. Jangan suka berandai-andai. Nggak baik. Kalau nggak sesuai dengan kenyataan bisa bahaya. Hehehe…

Selain pemasukan, kita juga harus merinci apa saja pengeluaran bulanan yang kita butuhkan. Misalnya untuk kebutuhan sehari-hari, tempat tinggal, jajan, produk perawatan diri dan lain sebagainya.

Bagi yang masih tinggal bersama orang tua, mungkin nggak pusing dengan kebutuhan makan dan tempat tinggal. Tapi kebutuhan lain tetap harus dirinci dengan baik dong.

Setelah itu, kita bisa menganalisa anggaran kita. Jika pemasukan lebih besar daripada pengeluaran, maka itu bagus. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya. Maka kita bisa mengurangi pengeluaran yang dirasa nggak terlalu urgent.

2. Menyisihkan Dana untuk Kebutuhan Darurat

Meski masih single dan tinggal bersama orang tua, bukan berarti kita nggak mempunyai kebutuhan darurat ya. Seenggaknya saat itu terjadi, kita nggak perlu bingung dan merepotkan orang lain. Kita sudah punya cadangan dana yang bisa digunakan.

Kalau pun nggak terpakai juga, maka dana darurat yang sudah terkumpul bisa kita gunakan untuk kepentingan lain. Ongkos naik haji misalnya.

Atau merencanakan liburan bersama teman. Bukankah ini menjadi sangat menyenangkan? Dan lagi, sesekali kita memang perlu menyenangkan diri sendiri.

3. Menetapkan Prioritas Kebutuhan

Kalau kita berbicara kebutuhan, tentu saja itu menyangkut banyak hal. Namun, yang paling utama ada tiga hal. Yaitu sandang, pangan dan papan.

Misalnya untuk kebutuhan pangan, kita akan menuliskan bahan makanan sehari-hari, jajan dan anggaran untuk sekedar makan di luar.

Kebutuhan sandang bisa kita rinci kapan kita akan membeli pakaian baru, peralatan make up atau skincare dan lainnya.

Sementara kebutuhan papan tentu saja urusan tempat tinggal jika kita sudah tinggal terpisah dengan orang tua.

Bagaimana dengan kendaraan dan sebagainya?

Kita bisa melihat kebutuhan kita. Jika mobilitas kita tinggi, maka bisa saja kita membeli atau mencicil untuk memiliki kendaraan pribadi. Jika nggak, maka sah-sah saja ‘kan kalau kita menggunakan kendaraan umum. Hehehe…

4. Menghindari Utang Konsumtif

Setelah kita memperhitungkan anggaran kita, bukan nggak mungkin pengeluaran kita tetap akan lebih tinggi dibandingkan dengan pemasukan. Tentu saja hal ini bisa terjadi.

Maka yang perlu kita lakukan adalah meminimalisir kebutuhan yang nggak terlalu penting. Misalkan untuk urusan pakaian, kita nggak perlu harus setiap bulan membelinya.

Atau peralatan make up. Beberapa cewek mungkin merasa perlu untuk membeli beberapa lipstick. Agar kita bisa menyesuaikan dengan warna pakaian yang kita gunakan.

Namun jika memang pengeluaran kita harus dipangkas, maka kita bisa menghilangkan anggaran untuk pembelian lipstick. Kita nggak perlu sampai berutang untuk memilikinya.

Lalu, bagaimana kalau kita harus benar-benar berutang?

Maka, yang perlu kita lakukan adalah mencari fintech terpercaya. Pinjaman online msialnya. Tentu saja yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengatur Keuangan dengan Tunaiku

Seperti aplikasi Tunaiku. Dimana Tunaiku merupakan salah satu produk dari Amar Bank, sebuah institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi sejak tahun 1991.

Ada beberapa perbedaan Tunaiku dengan fintech lainnya. Yaitu mengenai keamanan dan fleksibilitas. Dimana kedua hal itu menjadi hal yang sangat penting.

Tunaiku berada di bawah institusi finansial berbentuk bank resmi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sehingga keamanan data nasabah nggak perlu diragukan lagi.

Selain itu, Tunaiku juga sangat fleksibel. Produk ini menyediakan fasilitas tenor yang sangat panjang. Yaitu maksimum 20 bulan dengan limit 20 juta rupiah.

5. Membayar Utang atau Cicilan

Terakhir, jangan lupa memasukkan anggaran untuk membayar utang atau cicilan. Karena mau bagaimana pun juga, utang adalah tanggungan yang wajib kita selesaikan.

Jangan sampai kita melupakan utang yang kita miliki.

Maka dari itu, berhati-hatilah dalam mengelola keuangan. Jangan sampai kita mudah berutang untuk kebutuhan yang nggak terlalu urgent.

Apalagi jika kita memang nggak memiliki anggaran untuk membayarnya.

Nah, itu tadi beberapa tips mengatur keuangan ala cewek single. Anggap saja sebagai pembelajaran untuk mengatur keuangan ketika kita berumah tangga nantinya. Dimana kebutuhan juga semakin besar dengan jumlah anggota keluarga yang semakin bertambah.

Karena semua berawal dari hal kecil. Sebelum menjadi besar. Jika kita nggak bisa mengatur keuangan pribadi kita sendiri, lalu bagaimana mungkin kita bisa mengatur keuangan keluarga?

Iya nggak sih? Hehehe

With Love
Filia Suka Nulis

Have any Question or Comment?

17 comments on “5 Tips Mengatur Keuangan Pribadi Ala Cewek Single

haniwidiatmoko.com

Nah iya, jangan lupa memasukkan cicilan ke dalam anggaran pengeluaran bulanan. Supaya cepat lunas deh hutang-hutangnya. Keren nih, sejak single udah rapi atur keuangan pribadi. Nanti kalau udah dobel harus tetap rapi deeeh…Hehe…

Reply

Saya agal susah ngatur keuangan. Jadi saya serahkan ke istri. Saya lebih sering belanja makanan atau belanja online dibanding istri hhaa

Reply

Betul, kalau sedari masih single sudah terbiasa tertib mengatur masalah keuangan, maka setelah menikah pasti keuangan keluarga bakal tertib

Reply
Lintang

Ini tipsnya juga relate kok buat emak2. Menetapkan prioritas kebutuhan nih PR emak banget. Kalau lapar mata bisa membengkak ke kebutuhan anak dll ntar wkwkkw.

Reply

Waktu single aku gak banyak tau tentang ngatur uang. Tapi seenggaknya dr dl prinsip aku kalo ga bisa beli mending jgn utang apalagi utang konsumtif

Reply

Dulu pas masih single malah saya lebih mudah atur keuangan kak..
Hihihi mungkin karena saya tuh dulu masih sendiri ya..
Kalo sekarang punya banyak kepala yang harus diatur hingga pengeluarannya.

Reply

Keren nih kak, sudah rapi banget pengaturannya dulu waktu saya masih single kacau banget rasanya. Betul sekali anggap saja belajar ya, kelak kalau sudah berkeluarga jadi nggak gagap mengatur keuangan keluarga

Reply

Entah kenapa pas single dulu ngerasa lebih mudah aja mengatur uang. Mungkin karena hal yang diperlukan tidak begitu banyak. Kalau sekarang berumah tangga, belum terbiasa urusan keuangan ini-itu, kadang jadi ribet dan harus cari tahu uangnya pada lari ke mana.

Reply

Jadi teringat zaman single, aku tu gagal ngatur uang 😅 tapi skrg dg banyaknya akses, apps, pastinya lebih mudah ya kan, tapi bakal sulit juga kalo uang yang mau diatur kagak ada 😂

Reply
Amel

Saya dulu pas lulus kuliah dan masih single belum ada pendapatan, bagaimana cara mengatur uangnya hiks.

Reply
wahyuindah

jadi inget pas masih single dulu ya. masih suka konsumtif. apa apa pengen dibeli. sekarang udah tuir dan punya buntut dua, yang dipikirin gak diri sendiri lagi. konsumtifnya buat anak anak. hehe… keren tipsnya. bisa jadi pembelajaran buat yang masih muda.

Reply

Wah. Baru tahu nih ada aplikasi tempat ngutang hehe. Makasih informasinya kak. Kebetulan poin²ini emng aku bnget yang masih single.

Reply
Fadli Hafizulhaq

Saya benar-benar tertohok dengan tulisan Mbak Yuni, meskipun saya bukan cewek single. Eh.
Tapi memang tulisan ini mencerahkan saya, terutama menentukan prioritas kebutuhan dan menyiapakan dana darurat

Reply

Bener mbak Yuni… investasi harus dimulai sejak dini. Kalau diapain dana kuliah anak ya sejak mereka masih SD. Nanti pas kuliah tanggal digunakan

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEO & Blog Competition 2020

contest telkomsel 1.1

Promotion

Another Side

KEB

Kumpulan emak blogger
Kumpulan Emak Blogger

BPN

Blogger perempuan
blogger perempuan

Gandjel Rel

Logo Gandjel Rel
Blogger Gandjel Rel

PAS Blogger

joeragan-artikel
joeragan-artikel