Syarat dan Cara Mengatur Diet Rendah Kolesterol untuk Mama


Diet Rendah Kolesterol

Diet rendah kolesterol adalah pembatasan konsumsi makanan tinggi kolesterol. Pelaksanaan diet ini bermula dari keluhan mama mengenai rasa sakit yang beliau derita beberapa waktu lalu. Sakit tersebut kurang lebih sama dengan salah satu ciri kolesterol yang tinggi, kayak nyeri di tengkuk, sering kesemutan dan mudah lelah serta mudah mengantuk.

Makanya, aku pun mengajak mama untuk memeriksakan kesehatannya ke dokter praktik tersebut. Mengingat saat pandemic begini, kita pasti merasa parno untuk mengunjungi rumah sakit kan. Lalu, apa kata dokternya?

Terdeteksi Memiliki Kolesterol Tinggi

Mamaku diminta untuk melakukan serangkaian cek darah. Dan pemeriksaan secara lengkap pun dimulai. Gula darah, asam urat, kolesterol dan beberapa hal lain. Aku hanya bisa menunggu selagi emakku diambil sample darahnya.

Saat pengambilan hasil test, dokter mengatakan bahwa kadar kolesterol emakku tinggi. Semacam ada alarm peringatan dalam otakku. Mau bagaimana pun aku kudu lebih aware dalam memperhatikan kesehatan emak.

Deteksi Kolesterol Tinggi
Ternyata mamaku memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darahnya.

Sekilas Tentang Kolesterol

Mari kita mengetahui tentang kolesterol sekilas saja. Karena aku bukan tenaga medis, maka apa yang akan tertulis dalam artikel ini adalah hasil membaca sana sini. Barangkali ada yang perlu diperbaiki, silahkan menuliskannya dalam kolom komentar ya.

Kolesterol merupakan lemak yang dihasilkan dari dalam tubuh. Dimana kolesterol berperan dalam pembentukan hormon, membangun dinding sel dan melindungi jaringan saraf.

Ada dua jenis kolesterol yang harus diketahui yaitu low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). LDL biasa disebut kolesterol jahat karena bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah karena penumpukannya. Sedangkan HDL adalah kolesterol baik yang berfungsi membawa kolesterol ke hati untuk dipecah dan dikeluarkan dari tubuh.

Penderita mengalami kolesterol tinggi jika LDL kadarnya lebih tinggi dalam darah ketimbang HDL. Sehingga perlu melakukan diet rendah kolesterol untuk menjaganya tetap normal.

Syarat Diet Rendah Kolesterol

Kolesterol tinggi mengakibatkan beberapa penyakit seperti serangan jantung, serangan stroke dan gagal ginjal. Tergantung dimana penyumbatan pembuluh darah itu terjadi. Dan itu cukup membuatku bergidik ngeri. Nggak boleh, jangan sampai mamaku tercinta mengalaminya.

Jadi, aku pun mendengarkan petuah om dokter dengan serius. Beliau menyarankan untuk melakukan diet rendah kolesterol. Dimana diet ini bertujuan sebagai berikut:

  1. Menurunkan kadar kolesterol darah total mama.
  2. Menjalankan diet juga diharapkan mampu menurunkan berat badan mama karena memang beliau sudah terlalu gemuk.
  3. Dan pembatasan jumlah kalori.

Kata mbak ahli gizi yang bekerja di sana, ada beberapa persyaratan yang harus kita penuhi saat mama ingin melakukan diet rendah kolesterol.

  1. Jumlah kalori dibatasi menurut berat badan dan aktifitas fisik.
  2. Protein diberikan sejumlah 10-20% dari energi total.
  3. Jumlah lemak kurang dari 30%
  4. Karbohidrat sejumlah 50-60% dari total energi.
  5. Jangan lupa serat lebih dari 25 gr/hari.

Cara Mengatur Diet Rendah Kolesterol

Lalu, bagaimana aku mengatur diet untuk mama? Pertama-tama, aku meminta saran dari mbak ahli gizi. Kita nggak boleh sembarangan dan asal melakukan diet ya. Salah-salah, kita malah kekurangan gizi nanti. Jangan sampai deh!

Selanjutnya, beberapa cara mengatur diet rendah lemak dan kolesterol, diantaranya:

  1. Menggunakan minyak kedelai, minyak jagung, minyak zaitun dan minyak kelapa dalam jumlah terbatas.
  2. Mengolah makanan sebaiknya menggunakan metode mengukus dan memanggang ketimbang menggoreng.
  3. Makan daging yang nggak berlemak, maksimal 50 gr setiap kali makan. Atau alih-alih daging lebih baik mengonsumsi ikan sebagai gantinya.
  4. Membatasi konsumsi kuning telur. Maksimal dua kali saja seminggu.
  5. Memperbanyak makan sayuran dan buah.

Dokter pun menyarankan pada emakku untuk nggak makan malam di atas jam lima sore. Kalau pun memang terasa sangat lapar maka sebaiknya mengonsumsi makanan berserat seperti buah sebagai pengganjal.

Menu Makanan Rendah Kolesterol
Metode memanggang, mengukus lebih baik ketimbang menggoreng

Kesimpulan

Jadi, Gaes. Hati-hati dengan kadar kolesterol dalam darah ya. Jangan sampai tiba-tiba meninggi kayak emakku. Karena akibatnya bisa sangat fatal sekali.

Boleh lho kita mulai diet rendah kolesterol sejak dini. Meski belum terdeteksi memiliki kadar kolesterol tinggi sekali pun. Menjaga kadar kolesterol dalam kondisi normal tentu lebih baik ya, Gaes! Cemiau…

Semoga bermanfaat.

Have any Question or Comment?

20 comments on “Syarat dan Cara Mengatur Diet Rendah Kolesterol untuk Mama

Kebetulan mamah mertua juga punya riwayat kolesterol. Etapi masih agak susah untuk dijaga makanannya hihihi. Masih suka makanan yang digoreng dan belum bisa membatasi konsumsi kuning telur. Harus dikawal terus pola makannya ya, supaya beliau tetap sehat.

Reply

Betul, Mbak. APalagi kadang orang tua sukanya nggak perduli kan. Nanti mungkin berpikir, apa-apa nggak boleh. gitu.

Reply

Setuju banget nih, untuk mulai menjaga pola makan dan diet kolesterol meskipun belum terdeteksi. Tapi gimana ya…gorengan itu terlalu menggoda….hiksss…

Reply

hahaha… sabar mbak. itu godaan.

Reply
Hani

Gorengan niiii…masih pe-er banget nih di rumah. Supaya mengurangi menu gorengan deh.
Walaupun aku engga ada kolesterol tinggi sih, tapi kan harus tetap dijaga supaya sehat yah…
Mulai browsing menu-menu yang dikukus deh…
Makasih artikelnya

Reply

sama mbak hani. gorengan itu nikmatnya tiada tara. tapi kudu mengurangi demi emak tercinta.

Reply

Terima kasih ulasan mengenai kolesterol dan diet rendah kolesterolnya Mbak. Tentu saja sangat bermanfaat banget saya dan suami yang telah memasuki usia setengah baya.

Reply

waktu medical check up terakhir, suamiku di warning soal kolesterolnya…mulai deh atur pola makan. Nah, yang susah menu telur nih secara dia suka makan, telur dadar, telur balado, ceplok telur dll…duh
wah mesti atur lagi nih…
Btw, semoga sehat selalu Mamanya ya, Mbak Yuni

Reply

Aamiin Mbak. Terima kasih, mbak dian. semoga kita semua selalu sehat.

Reply

kolesterol aku pernah tinggi. ngerasanya di belakang tengkuk itu sakit, awalnya nggak ngeh tapi pas periksa kesehatan tahun lalu ternyata tinggi. aku punya kebiasaan makan sembarangan sih, nggak bagus bgt ya untuk kesehatan, masa masih muda udah penyakitan 🙁

Reply

Mamah saya juga kolesterolnya cukup tinggi waktu periksa. Padahal beliau nggak gemuk, malah cenderung langsing untuk ukuran ibu-ibu seumurannya. Kaget juga pas tau kadar kolesterolnya tinggi. Alhamdulillah ketauannya cepat, karena kolesterol ini memang bisa bahaya banget kalau dibiarkan numpuk dalam tubuh dan nggak terdeteksi. Bisa jadi faktor resiko penyakit-penyakit berat lainnya kan ya? Makasih untuk sharing tips-tipsnya, saya coba kasi tau Mama juga supaya nggak ngandelin obat terus.

Reply

Hai mbak…semangat ya membantu mama diet kolesterolnya. Tapi untungnya cepet ketauan ya mbak..jadi masih bisa dilakukan diet supaya kadar kolesterolnya kembali normal. Sehat-sehat untuk mama dan mbak juga yaa.. Makasih untuk sharingnya, jadi pengingat untuk jaga-jaga pola makan nih.

Reply

penting banget sih memang menjaga pola makan bukan hanya agar jauh dari penyakit salah satunya kolestrol ini tapi juga agar tubuh selalu sehat, apalagi kalau usia sudah mulai kepala 3 kaya aq gini harus banget sadar diri sama makanan yang dikonsumsi sudah nggak bisa lagi sperti usia 20 atau belasan.

Reply

Sekarang nggak cuma orang tua, bahkan yang muda kayak kita juga bisa kena kolesterol. Jadi ingat sama hasil tes medical check up beberapa teman yang ternyata kolesterolnya tinggi. Adikku juga sempat tinggi banget kolesterolnya gara-gara kebanyakan barbeque. Hihi. Kalau aku rentannya di seafood sih kadang kalau kebanyakan makan langsung tegang kepala

Reply

Kayaknya aku susah nurunin kolesterol mbak. Jadi emang setahunan aku kena kolesterol dan darah tinggi. Berat sih ya kalau makan mesti pintar ngaturnya. Tapi kalau stress gitu aku suka makan bablas, hehehe.

Reply

Dear Mbak Yuni, tulisannya makjleb banget buat saya. Saya masih suka makan gorengan (seringnya bikin sendiri), banyak minum manis-manis, kurang makan sayur dan seringnya satu hari makan telur sampai 3butir.
Ijin bookmark dan share ya mbak… Mau mulai nerapin hidup sehat, semoga bisa konsisten. Sukses buat mbak Yuni ^^

Reply

Semoga mamanya selalu sehat dan kolesterolnya berkurang ya, Mba. Buat kita-kita yang mungkin udah memasuki usia cantik, menjaga pola makan dan pola hidup harus menjadi perhatian lebih.

Reply

Saya juga kepikiran pengin tes kadar kolesterol karena selama ini ada keluhan seperti kaki kesemutan kalo jongkok terlalu lama. Pengin juga membatasi asupan nasi dan mencoba rutin makan makanan dikukus dalam seminggu minimal 1 kali. Doakan bisa terwujud, aamiin.

Reply

Sebagai pecinta nasi padang dan santen santen, baca tulisan ini jadi tegerak juga hati buat diet dan ngurangin asupan kolesterol ini. Takut juga kalau-kalau masa tua nanti malah muncul efek-efek jahatnya :”)

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEO & Blog Competition 2020

contest telkomsel 1.1

Promotion

Another Side

KEB

Kumpulan emak blogger
Kumpulan Emak Blogger

BPN

Blogger perempuan
blogger perempuan

Gandjel Rel

Logo Gandjel Rel
Blogger Gandjel Rel

PAS Blogger

joeragan-artikel
joeragan-artikel