Banner Perut Buncit

Perut Buncit? Gimana Solusinya?

Mataku seketika melotot melihat jarum timbangan. Itu sudah melewati angka 60 bahkan mendekati angka 70. Nggak boleh. Ini nggak bisa dibiarkan. Masa iya aku jadi segendut ini? Ku lirik bagian di bawah dadaku yang membuatku mendadak mules. Perut buncit. Aku udah mirip kayak wanita hamil empat bulan. Padahal boro-boro hamil, suami juga belum tahu sampai dimana progresnya. Duh, ngomong apaan sih? Efek kelamaan jomblo nih. Ngomongnya jadi ngelantur kemana-mana.

perut buncit
Sumber : web express.co.uk

“Makanya, Mbak. Olahraga. Minimal jalan rutin dong. Sejam sehari. Gerakin badan. Mbak Yuni mah magernya diduluin. Giliran nimbang eh jarum timbangan disalahin,” omel Keni teman kosku.

“Kamu ngomel mulu, mirip emak-emak. Sesekali temenin jalan kek, biar akunya nggak males,” rutukku sembari meninggalkan kamarnya. Iya. Aku memang terbiasa numpang timbang berat badan di kamar dia. Maklum, aku nggak mau beli timbangan. ‘Kan nggak lucu kalau aku tiba-tiba banting timbangan cuma gegara jarumnya meleng ke kanan mulu. Huh.

Penyebab Perut Buncit
Masalah Perut Buncit
Solusi Perut Buncit

Penyebab Perut Buncit

Dulu, jaman sekolah, aku dijuluki cewek kutilang. Kurus, tinggi dan langsing. Nggak perduli sebanyak apa pun aku makan, badanku segitu-gitu aja. Wajar sih. Waktu itu, kegiatanku padat merayap. Belum lagi, jarak rumahku ke sekolah cukup jauh. Mesti naik angkot. Ditambah, aku mesti jalan kaki sekitar setengah jam untuk menuju ke tempat pemberhentian angkot. Dan itu, aku lakukan setiap hari. Rutin. Semacam olahraga tanpa disadari, ya ‘kan?

Lalu, apa yang terjadi sekarang?

Aku sudah bekerja. Jarak tempat tinggal dan kantorku sangat dekat. Jalan kaki nggak sampai lima menit. Pekerjaanku juga nggak menuntut untuk selalu menggerakkan anggota badan kecuali jari yang selalu menari di atas keyboard, kejelian juga ketelitian memeriksa dokumen pembayaran karyawan dan lain sebagainya. Praktis ruang gerak anggota badanku nggak banyak. Nggak heran dong kalau akhirnya badanku memelar, pipiku semakin chubby dan please, jangan tanya berat badanku. Bikin syok. Ditambah perutku yang buncit. ‘Kan nggak keren banget.

Jadi, sebenarnya apa sih yang menyebabkan perut buncit?

Sumber : Halodoc.com

1. Stres

Kira-kira ada yang tahu nggak, kalau ada hormon yang disebut dengan hormon stres? Itu lho, hormon yang dikeluarkan oleh tubuh saat kita sedang stres. Hayo apa namanya?

Yupz, namanya hormon kortisol.

Dalam sebuah artikel yang ditinjau oleh dr. Allert Benedicto Ieuan Noya dalam laman Alodokter menyebutkan bahwa gangguan terhadap pengeluaran hormon kortisol pada kondisi normal dapat meningkatkan berat badan sekaligus memengaruhi tempat penyimpanan lemak tubuh.

Nah lho, masuk akal nggak sih kalau kemudian stres menjadi salah satu penyebab perut kita buncit.

2. Malas Berolahraga

Ini nih yang sering aku rasain. Males berolahraga. Apalagi kalau akhir pekan, bawaannya tu pingin gegoleran di kasur aja sambil maraton nonton drakor ditemani beraneka ragam cemilan. Nikmat dunia mana lagi yang mau ku dustakan. Walhasil, makanan banyak masuk ke tubuh dan nggak ada aktivitas untuk menyalurkan energi yang dihasilkan. Kemudian, menumpuk menjadi lemak. Coba bayangkan! Lemak yang nggak terbakar karena kitanya malas beraktivitas menumpuk di satu bagian tubuh yaitu perut. Buncit deh. Dududu.

3. Kurang Tidur

E tapi, gimana ceritanya kurang tidur bisa menyebabkan perut buncit? Terus gimana dengan orang yang suka begadang gegara dikejar deadline?

Nah Shella Monica menyebutkan orang yang durasi tidurnya lebih singkat, menunjukkan nilai yang tinggi pada Body Mass Index, lemak tubuh, waist and hip circumference, dan fat mass index (p < 0,05), khususnya pada wanita.

Wadadidau, aku dong kalau sudah ada drakor terbaru dan ceritanya bagus dijamin nggak bakal bisa tidur sebelum nonton sampai tamat. Jadi, nggak heran kalau perutku buncit. Kebanyakan nimbun lemak visceral ini pasti.

4. Konsumsi Alkohol

Mon maap ye, ini nggak aku banget. Karena apa? Aku bukan pengonsumsi alkohol. Boro-boro. Sekedar icip-icip juga nggak pernah tu. Terus gimana ceritanya alkohol bisa buat perut buncit?

Jadi begini, Sudiana dkk menyatakan bahwa Konsumsi tuak meningkatkan risiko kejadian obesitas sentral pada pria dewasa, dimana kadar alkohol dalam tuak mencapai 6.57%.

Jeng,,jeng,, kalau sudah obesitas sudah barang tentu perut juga gendut ‘kan?

5. Pola Makan Salah

Kalau masalah pola makan sudah pasti ya. Misalkan nih, tanpa sengaja kamu melewatkan waktu makan. Coba tebak apa yang terjadi? Iyes, di waktu selanjutnya, kamu akan merasa kelaparan dan bisa saja kamu jadi kalap makan banyak. Hasilnya, silahkan tebak sendiri.

Masalah Perut Buncit

Terus masalahnya apa kalau perut buncit? Nggak mungkin ‘kan nggak menimbulkan masalah. Tentu saja selain masalah penampilan keren yang tertunda ya.

Lemak dalam perut itu ada dua macam yaitu lemak subkutan yang terletak di bawah kulit dan tidak memiliki resiko kesehatan dan lemak visceral yang membungkus berbagai organ dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan. Dari laman resmi alodokter diketahui beberapa penyakit yang disebabkan oleh obesitas dan lingkar pinggang yang berlebihan.

1. Kolesterol

Kolesterol adalah lemak yang berguna bagi tubuh. Namun bila kadarnya di dalam tubuh terlalu tinggi, kolesterol akan menumpuk di pembuluh darah dan mengganggu aliran darah.

Nilai kolesterol dalam darah meliputi LDL (Low-density lipoprotein) dikenal dengan kolesterol jahat, HDL (High-density lipoprotein) dikenal dengan kolesterol baik, Trigliserida dan Kolesterol Total. Dimana Trigliserida terbentuk ketika tubuh mengubah sisa kalori yang tidak digunakan oleh tubuh. Jika tubuh terus mendapat asupan kalori secara berlebihan dibandingkan dengan pemakaiannya, maka kadar trigliserida akan naik. Sehingga kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Dari penjelasan itu, nggak heran jika kelebihan lemak dalam perut juga bisa mengakibatkan kolesterol. Yakin, masih ingin menimbun lemak?

2. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi identik dengan emosi. Setidaknya dulu pemikiranku begitu. Tetapi, tahu nggak sih? Ada lho penelitian yang menunjukkan bahwa sel-sel lemak di perut memproduksi suatu jenis protein yang berpotensi menyumbat pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Selain itu, naiknya tekanan darah juga bisa disebabkan oleh lemak yang tersimpan di dekat organ-organ tubuh penting dalam perut.

3. Diabetes

Salah satu resiko penyakit diabetes adalah kelebihan berat badan. Dimana diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula dalam darah di atas nilai normal. Kadar gula yang menumpuk di dalam darah karena tidak diserap sel tubuh dengan baik akan menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika tidak dikontrol dengan baik, maka akan menimbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

4. Penyakit Jantung dan Stroke

Kalau jantung dan stroke biasanya sih karena penyakit yang diakibatkan oleh obesitas. Misalnya nih, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes dan lain-lain. Yah, meski nggak dipungkiri obesitas bukan satu-satunya penyebab. Tetapi kalau kita mau bergaya hidup sehat ‘kan bisa diperkecil resikonya.

5. Demensia

Demensia merupakan penyakit yang berakibat pada penurunan daya ingat. Biasanya orang akan mudah lupa dan melakukan hal yang sama berulang kali tanpa disadari. Salah satu hal yang beresiko meningkatkan resiko demensia adalah obesitas dan peyakit lain yang terjadi akibat kelebihan berat badan ini diantaranya, hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi.

Kalian bergidik ngeri nggak sih bacanya? Aku sih iyes.

Solusi Perut Buncit

Seketika aku lunglai nggak berdaya. Memang sih, aku belum merasakan apa pun. Tapi nggak berarti aku nunggu sampai kejadian ‘kan? Naudzubillah Ya Allah.

Terus aku mesti gimana dong?

Sumber : www.p2ptm.kemkes.go.id

1. Olahraga Teratur

Salah satu hal yang paling bisa kamu lakukan untuk menurunkan berat badan dan mengecilkan perut adalah olahraga. Bisa dimulai dari yang paling ringan misalnya jalan santai sampai berat kayak di gym begitulah. Lakukan hal ini secara rutin, maka selanjutnya biarkan tubuhmu yang memproses.

2. Perhatikan Asupan Makanan Sehari-hari

Hairston menyebutkan bahwa mengonsumsi 10 gram serat per hari (seperti satu buah apel kecil, ataupun secangkir kacang hijau) dapat mencegah timbulnya lemak visceral pada perut. Selain itu, kita juga perlu mengurangi asupan kalori, karbohidrat dan memperbanyak asupan protein juga makanan yang serat dan vitamin, seperti buah-buahan, sayur, biji-bijian utuh serta susu rendah lemak.

3. Pastikan Anda Cukup Tidur

Setelah ada penelitian mengenai waktu tidur yang mempengaruhi Body Mass Index, lemak tubuh, waist and hip circumference, dan fat mass index, sudah barang tentu kita harus mengatur jadwal tidur kita. Lalu, berapa lama sih waktu tidur yang baik untuk orang dewasa? Beberapa sumber menyebutkan bahwa 7-8 jam adalah waktu yang direkomendasikan bagi orang dewasa.

4. Hindari Stress

Jika stress bisa memicu hormon kortisol yang dapat mempengaruhi tempat penyimpanan lemak, maka sebaiknya kita menghindari stress. Namun begitu, pada kondisi normal, hormon kortisol dapat membantu mempertahankan tekanan darah normal, sekaligus mengendalikan kadar gula darah dengan melepaskan insulin.

5. Perbanyak Konsumsi Cairan

Salah satu tips menarik agar kita nggak kalap makan banyak adalah meminum cairan sebelum makan. Selain itu, air juga bisa memperlancar proses pencernaan makanan dalam tubuh. Sehingga, hal ini bisa membuat perut nggak membuncit.

Jadi girls, kamu berhak menentukan hidupmu akan seperti apa? Mau yang gendut atau yang sehat. Oh bukan berarti gendut itu nggak sehat. Tapi, sebenarnya gendut itu mengundang masalah-masalah yang tadi udah aku jelaskan. Kalau aku sih, lebih memilih mengecilkan perut buncit deh. Kalau kemudian aku menjadi langsing, ya itu bonus. Hehe.

Semarang, 19 November 2019

With Love

My Another Blog

Sumber
1. Laman Reski Alodokter www.alodokter.com
2. Jurnal Penelitian “Konsumsi Tuak Meningkatkan Risiko Obesitas Sentral pada Pria Dewasa di Karangasem, Bali”
3. Jurnal Penelitian “Pengaruh Kurang Tidur Terhadap Peningkatan
Risiko Obesitas”

42 comments

  1. Semangatttttt Mba Yun. Mba, say no to air es, es batu, es ini es itu. Jangan makan dan minum sama air kulkas. Minumnya air hangat saja. Saya ini ada turunan gendut dari keluarga, cuma saya gak mau bernasib sama dan akhirnya menerapkan hal2 sederhana di atas. Alhamdulillah sampai dah punya anak 3 sekarang, berat badan gak pernah lebih dari 60. Terapi air hangat Selam bertahun2 saya rasakan sendiri manfaatnya.

  2. Sebelum punya anak aku pun merasa jadi ‘kutilang’ mba.. Tapi setelah punya anak jadi melar hahaha.. happy kok karena ya segini tuh emang berat idealku. PR-nya mungkin ratain perut kali yaa.. hehe

  3. Saya merasakan badan semakin berisi itu setelah melahirkan anak kedua. Perut juga tampak agak membuncit. Semoga saja enggak keterusan hehehe..

    1. Banyak wanita yang begitu ya Mbak. Banyak yang bilang Yuni juga akan seperti itu kalau sudah menikah dan punya anak. Nggak bisa ngebayangin akan sebesar apa nanti yuni. Hehehe

  4. So far siih, itungan berat badanku masih, tinggi badan dikurangi 100 itu. Bertahan di angka itu ya susah juga. Banyakin makan buah deh, trus pagi² minum irisan jeruk nipis diseduh air panas. Olahraga kurang nih. Baru mau nyoba yoga…uhuy…

  5. Wkwkwk, aku banget nih mager di duluin giliran jarum timbangan disalahin. Eh ya kok ngeri juga ya penyakit-penyakitnya. Auto mau rajin olahraga lagi nih. Walaupun masalahku bukan di perut buncit. Tapi tipsnya mau aku lihatin ke temenku ah yang ngomel-ngomel pengen perutnya rata :))

  6. Aku juga bermasalah sama berat badan nih mbak..
    .dulu ku kira tdur malem alias begadang tuh biki kurus. Ternyata malh kebalikannya. Dan juga aku mager bgt buat olahraga.
    🙁

    1. Yuni juga sepemikiran. Tapi kadang kalau tidur malam kan jadinya lapar lagi. Nah bahaya kalau kalap makan. Saluran cerna yang harusnya istirahat malah kerja rodi lagi. Hehehe

  7. Ya ampuuun… ini saya banget, nih. Tapi buncit karena habis melahirkan, lalu selama menyusui ini, seringnya setelah selesai makan, bayi minta nenen. Hiks…. Repit juga ternyata.
    Tapi menyusui tidak lama setelah itu bisa dikejar lagi. TFS ya Mbak

  8. Relate banget ini dg problem saya saat liat timbangan kok nganan terus. Ngiri deh sm yg langsing² hihi. Nah effort nya mesti dikencengin kan ya Mbak. Makasihh banget tips²nya yaa

  9. Alhamdulillah, sampai punya 3 anak, berat badan saya masih sekitaran 50kg. Mungkin bagi sebagian orang terlalu kurus kali ya
    Tapi bagi saya sudah cukup lah, yang penting sehat. Benar sekali, efek dari rajin olah raga memang kelihatan sekali dalam menurunkan berat badan. Tapi harua diimbangi dengan konsumsi makanan yang teratur.

  10. Bapak2 yang paling rawan soal perut buncit. Rutinitas kerja kadang melalaikan waktu untuk berolahraga. Ditambah pola makan yang keliru jadilah pria hamil.

    Maaf saya sedang ngomongin diri sendiri 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *