Akhir-akhir ini ya, kalau kuperhatikan ada semakin banyak orang yang ganti kendaraan sama mobil listrik. Katanya, lebih ramah lingkungan. Cuma memang, komponen mobil listrik itu lumayan wah.
Meski begitu, wajar sih kalau mobil listrik semakin diminati. Gimana nggak begitu? Mereka menawarkan biaya operasional yang lebih hemat, teknologi yang terus berkembang, dan emisi yang lebih rendah ketimbang kendaraan berbahan bakar fosil.
Cuma, di balik berbagai keunggulan tersebut, ada satu hal yang sering luput dari perhatian Sobat Filia, para calon pemilik kendaraan listrik. Apa itu?
Iyes. Harga komponen mobil listrik tuh bisa sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar global. Kalau sudah begitu, tentu saja harga mobilnya ikutan mehong, Beibs.
Nggak kayak mobil konvensional yang sebagian besar komponennya sudah diproduksi secara massal selama puluhan tahun. Komponen mobil listrik mah masih bergantung sama rantai pasok internasional, material tambang, sampai perkembangan teknologi terbaru.
Begitu ada konflik geopolitik, perubahan nilai tukar mata uang, atau kenaikan harga logam tertentu, harga berbagai komponen mobil listrik pun jelas ikut terdampak.
Sobat Filia pada mau tahu nggak nih apa saja komponen yang kumaksud? Di artikel ini, aku bakalan bahas topik tersebut. Kalian kudu wajib baca sampai akhir ya, Sob!
Komponen Mobil Listrik yang Terdampak sama Kondisi Pasar Global
Sambil kenalan sama mobil listrik, yuk kita bahas apa saja komponen yang harganya cukup sensitif sama dinamika pasar global!
Dengan begitu, kalian bisa lebih hati-hati dan aware dalam perawatan mobil kalian.
1. Baterai Traksi
Baterai merupakan komponen paling mahal pada mobil listrik. Harga baterai sangat dipengaruhi oleh pasokan lithium, nikel, kobalt, dan mangan yang diperdagangkan di pasar internasional.
Kenaikan harga komoditas tersebut bahkan sering jadi perhatian para pelaku investasi, termasuk investor crypto. Soalnya, pergerakan harga logam industri bisa memengaruhi sentimen terhadap sektor kendaraan listrik dan perusahaan teknologi yang berkaitan dengannya.
2. Sel Baterai (Battery Cell)
Selain paket baterai secara keseluruhan, harga battery cell juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi manufaktur.
Produsen yang beralih ke teknologi baterai generasi baru bisa membuat harga battery cell lama turun. Sementara teknologi terbaru justru punya harga yang lebih tinggi karena kapasitas dan efisiensinya lebih baik.
3. Motor Listrik
Motor listrik tuh pakai material, kayak tembaga dan magnet permanen berbahan rare earth seperti neodymium.
Andai kata nih, negara pemasok utama membatasi ekspor atau permintaan industri meningkat, maka sudah pasti harga motor listrik juga bisa mengalami kenaikan.
4. Inverter
Inverter berfungsi mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC yang digunakan motor listrik.
Komponen ini memanfaatkan berbagai semikonduktor yang sempat mengalami kelangkaan global beberapa tahun terakhir. Gangguan produksi chip masih jadi salah satu faktor yang memengaruhi harga inverter sampai saat ini.
5. On-Board Charger

On-board charger merupakan perangkat yang mengatur proses pengisian daya dari sumber listrik menuju baterai kendaraan.
Harga komponen ini dipengaruhi oleh biaya produksi komponen elektronik, ketersediaan chip, sampai permintaan kendaraan listrik secara global.
6. DC-DC Converter
Komponen ini bertugas mengubah tegangan tinggi dari baterai utama menjadi tegangan rendah untuk mengoperasikan berbagai sistem kelistrikan seperti lampu, audio, dan fitur lainnya.
Karena terdiri dari banyak komponen elektronik presisi, fluktuasi harga semikonduktor dan material logam bisa memengaruhi biaya produksinya.
7. Battery Management System (BMS)
Battery Management System atau BMS merupakan “otak” yang mengatur kesehatan baterai biar tetap aman dan optimal nih, Sobat Filia.
BMS terdiri dari berbagai sensor, mikrokontroler, dan perangkat lunak yang terus berkembang. Semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin tinggi pula nilai komponen ini.
8. Sistem Pendingin Baterai
Mobil listrik modern umumnya pakai sistem pendingin cair (liquid cooling) buat menjaga suhu baterai tetap stabil.
Komponen seperti pompa elektrik, radiator khusus, sampai heat exchanger masih banyak bergantung pada rantai pasok global sehingga harganya bisa berubah mengikuti kondisi pasar.
9. Kabel Tegangan Tinggi
Mobil listrik tuh pakai kabel bertegangan tinggi yang punya spesifikasi keamanan jauh lebih tinggi ketimbang kabel kendaraan biasa.
Harga tembaga dunia jadi salah satu faktor utama yang menentukan harga kabel ini. Saat harga logam meningkat, biaya penggantian kabel juga berpotensi naik.
10. Modul Pengisian Cepat (Fast Charging Module)
Komponen pendukung fast charging membutuhkan material elektronik berkualitas tinggi biar mampu menangani arus besar secara aman.
Meningkatnya permintaan stasiun pengisian cepat di berbagai negara bisa memengaruhi harga modul ini karena produsen harus memenuhi kebutuhan pasar global secara bersamaan.
Mengapa Kondisi Pasar Global Sangat Berpengaruh?
Mobil listrik merupakan produk yang melibatkan rantai pasok internasional. Dari satu mobil listrik yang nangkring di garasi kalian doang nih ya, bisa pakai bahan baku dari Australia, nikel dari Indonesia, chip dari Taiwan, hingga perakitannya mungkin di negara lain.
Nggak sedikit pula komponen elektronik, konektor, maupun aksesori kendaraan yang produksinya di China sebelum terdistribusi ke berbagai negara.
Ibarat kata, sebelum berakhir di garasi kalian, itu mobil melanglang buana dulu keliling dunia.
Oleh karena itu, banyak importir maupun pelaku industri otomotif yang memanfaatkan jasa forwarder import barang dari china untuk memastikan proses pengiriman berjalan lebih efisien sekaligus membantu dalam mengelola biaya logistik yang sekaligus ikut serta memengaruhi harga akhir komponen.
Akibatnya, perubahan harga komoditas, kebijakan ekspor-impor, nilai tukar mata uang, sampai gangguan logistik internasional bisa memberikan efek langsung terhadap biaya produksi kendaraan maupun harga suku cadangnya.
Selain itu, meningkatnya permintaan kendaraan listrik secara global juga membuat persaingan memperoleh bahan baku semakin ketat. Ketika permintaan lebih tinggi daripada pasokan, harga berbagai komponen utama biasanya ikut mengalami kenaikan.
Membeli mobil listrik bukan cuma mempertimbangkan harga kendaraan saat ini, tapi juga memahami biaya perawatan dan penggantian komponen dalam jangka panjang.
Baterai memang menjadi komponen paling mahal, tapi berbagai perangkat elektronik lainnya juga punya harga yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global.
Memahami faktor-faktor tersebut akan membantu para Sobat Filia, calon pemilik mobil listrik mengambil keputusan yang lebih matang, terutama saat mempertimbangkan biaya kepemilikan dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan meningkatnya kapasitas produksi dunia, harapannya harga berbagai komponen mobil listrik akan makin stabil sehingga kendaraan ramah lingkungan ini jadi semakin terjangkau bagi masyarakat luas.
Menurutku ada satu hal lagi yang sangat mudah terpengaruh rantai pasok global, dan bener-bener bisa memberi efek kejut yang luar biasa. Yakni, perkara chip dan RAM.
Yah seperti yang kita ketahui, sekarang chip dan ram juga lagi langka banget, imbas permintaan untuk datacenter yang gueeedeee banget. Sampe akhirnya mulai berimbas pada naiknya harga smartphone dan barang-barang elektronik.
Nah, mobil listrik juga kan kurang lebih sama. 1 mobil itu pasti terdiri dari ribuan chip berbeda.
Sekaliii aja ada kendala rantai pasok. wisss, harga bisa langsung meroket lah itu.
Selama ini aku denger kalo beli mobil listrik itu memang mahal di awal namun dalam sehari2 murah dan irit dibandingkan bensin namun kalo salah satu part dari mobil listri rusak ini bisa2 ganti spare part nya seharga beli mobil baru…
Dan setelah baca ini jadi makin paham kenapa harga sparepart mobil listrik bisa semahal itu…hhmmm jadi semua balik lagi ke pembeli yaa mo coba mobil listrik ato tetap cinta sama mobil konvensiaonal 🙂
Wah dibalik kelebihan kendaran listrik yang lebih ramah lingkungan ternyata menyimpan potensi pemborosan di suku cadang, dan kayaknya jika suku cadang ini rusak akan lebih cenderung diganti daripada di servis, beda dengan mesin yang menggunakan BBM.
barangkali nanti endaraan listrik ini masa pakainya akan seperti Handphone atau alat elektronik yang biasa kita gunakan sehari hari, ada masa barang itu di buang sama sekalitidak terpakai.
Duh iya lagi, baterei mobil listrik tu mihil banget, kalau error, dah bingung deh, harga jual mobil jadi mayan turun.
Jujur sampai saat ini belum ada minat buat beli mobil listrik. Meski harus diakui kalau untuk penggunaan sehari2 sangat menghemat biaya bahan bakarnya. Ini lumayan sekali in this era ya.
Tapi sayangnya di negara ini kek latah gitu, semua produsen mobil listrik dimasukin semuanya, persoalan nanti masalah baterei atau sparepart lainnya keknya dipikirin nanti. Lagi2 kadang yang dirugikan tetep end user kek kita2 gini.
Apalagi yang namanya motor listrik, waduh, kek dibiarin aja semuanya masuk, tanpa regulasi ketat, keknya.
Yaaa kalaupun membeli kendaraan listrik sebaiknya pertimbangkan sebijak mungkin sih yaa.
Trus kalau bisa pilih merek dari produsen mobil yang kebanyakan, nggak usah yang merek “sok sok unik” yang bahkan kita baru mendengar namanya, soalnya biar gampang reach out bengkelnya buat kesediaan keperluan perlengkapan pemakaian kendaraannya hehe.
Setuju ama komen April
Apalagi dengan kondisi geopolitik yang serba darderdor.
Trus devastating government yg ditunjukkan prabowo dan kroni2nya
aduhhh makin OVT kalo mau beli “barang mahal”
semogaaa ke depannya bisa makin membaik
kasihan kalo kondisinya ga jelas cem sekarang
Salah satu komponen yang sesuatu memang di mobil listrik yaitu On-board charger, karena kan memang mobil dengan bahan bakar listrik ya di charger ya seperti ponsel, tentunya komponen tersebut bakalan melambung juga harganya, dan ini perlu diantisipasi sih sebelum membeli mobilnya
Ini memang alasan ku blm mau ganti ke mobil listrik mbaaa. Sekali rusak perbaikan nya muahaaaaal, trutama batre hahahahha. Makanya suami masih ogah pake. Msh nyaman pake mobil biasa dululah. Apalagi kami kan suka road trip sampai sumatera. Boro2 nemuin charging station yg banyak di sumatera. Jadi bakal susah kalau maksain pake itu.
Kemarin temenku ada kerusakan di batre mobil ev nya. Itu harga ganti batre udah hampir sama Ama harga baru 😅😅.
baru sadar kalau urusan komponen mobil listrik itu se-kompleks ini dan tergantung banget sama pasar global.
Baterai sama chip emang kelihatan paling krusial ya, pantas harganya gampang naik turun. Buat yang mau beralih ke EV emang wajib mempertimbangkan biaya jangka panjangnya juga, gak cuma fokus sama tampilan atau gayanya doang.
Bener banget mbak. Membeli mobil sebaiknya diimbangi dengan pengetahuan mumpuni terkait seberapa pengaruh faktor geo politik terhadap harga komponen mobil listrik. Secara kebanyakan komponennya ini di produksi China, Taiwan, dan negara-negara lainnya.
Semoga sih kedepannya Indonesia sendiri pun bisa mandiri menyediakan komponen mobil listrik, kalau dalam negeri punya opsi, so pasti akan lebih terjangkau dan minim kenaikan meski ada banyak hal terjadi di luaran sana. Yang jadi soal, kapan bisa begitu ya? Hehe.
Mobil listrik pun dipercaya rendah emisi kan. Semoga saja teknologi yang digunakan makin berkembang dan beneran rendah emisi tanpa ada campur komponen yang masih pakai bahan fosil.
Wah ternyata komponen mobil listrik banyak juga yang bikin deg-degan ya. Makanya kalau disuruh memilih, saya tetap pilih mobil pakai bahan bakar saja. Apalagi pengisian batterai belum menyebar merata. Apalagi di daerah. Was-was dipakai jalan jauh. begitu juga motor listrik. waktu itu ada subsudi. tapi bisik-bisik, kalau batterai rusak, hampir sama beli motor listrik baru
Kondisi pasar global berpengaruh pada perubahan harga onderdil mobil listrik, ditambah nilai rupiah melemah menambah ambyar dompet orang Indonesia. Tapi kalau udah perlu dan mampu dan mau beli mau ga mau ya dibeli saja.
Hemm… Ternyata mobil listrik yang diharapkan segera dimiliki juga kalau terdampak perekonomian global harganya bisa berubah ya
Tapi in this economy sih, jangankan spare part kendaraan listrik, sembako, semua kebutuhan sandang pangan juga mudah naik bahkan harga berpindah ugal-ugalan
Semoga aja kita diberikan kekuatan dan mampu untuk mendapatkan uang untuk membelinya ya
Baru tahu ada 9 komponen lain dalam mobil listrik yg hrs diperhatikan nih sebelum beli. Jgn sampe FOMO kepengen beli tp lupa ngelihat semua komponen dlm mobil listrik ini. Kalo rusak di jalan, apalagi jauh dr dealer/service resmi, kan berabe tuh.
Apalagi komponen ini ga semua tempat service di sepanjang jalan ada. Tentu hrs dtg ke service resminya dong ya. Mknya hrs diperhatikan betul semua komponen mobil listrik ini sebelum beli ya.
Harga komponen mobil listrik tergantung pasar global sih, plus nilai tukar rupiah menurun, makanya nambah mahal deh. Tapi kalau memang sudah dipersiapkan untuk membeli, mau ga mau mengeluarkan budget lebih
Hal ini yang bikin ragu untuk beralih ke mobil listrik selain ketersediaan chargernya di banyak lokasi saat perjalanan, mana katanya baterainya mahal pisan kebayang kalau harus ganti baterai huhu..
Setelah membaca tulisan ini, saya jadi berpikir kalau kita mau membeli sesuatu seharusnya cari informasi yang banyak dulu terkait produk yang akan dibeli. jadi bukan sekadar ikut tren. Danketika mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik, yang perlu dilihat bukan hanya harga belinya. Biaya perawatan dan penggantian komponen juga patut dipikirkan, apalagi harganya bisa berubah mengikuti kondisi pasar global. Semakin banyak informasi yang dimiliki kita bisa mengambil keputusan dengan lebih matang.
Ternyata banyak juga ya komponen mobil listrik yang terimbas kondisi pasar global. Harus bersiap merogoh kocek lebih dalam jika harus ganti komponen saat harganya naik.
Kalau unit barunya apa naik juga ya harganya dengan kondisi geopolitik seperti sekarang ini?
mobil listrik sekarang memang semakin banyak dipilih masyarakat kita ya karena lebih irit bbm dan pajaknya juga lebih murah. namun memang perlu diingat karena ini industri baru pastinya untuk spare part juga tidak semudah mobil biasa didapatkannya dan ini juga harus menjadi pertimbangan sebelum membeli mobil listrik
Jadi sebenernya mobil listrik tuh bukan opsi penghematan ya. Karena di sisi lain banyak pemborosan juga selama pembuatannya. Sampai harus melanglangbuana begitu.
Walau belum ada niatan beli mobil listrik sih. Karena belum ada urgensi juga.