tips sewa apartemen untuk anak sulung perempuan

Tips Sewa Apartemen untuk Anak Sulung Perempuan

Bagiku, anak sulung perempuan itu kayak tumbuh dengan banyak sekali peran. Kadang, meski sudah capek secara fisik dan mental, aku masih harus terlihat baik-baik saja.

Di beberapa kesempatan, aku memendam keinginan kuat untuk punya ruang sendiri. Bukan lagi soal ingin mandiri atau ikut tren tinggal di apartemen.

Tapi, aku butuh ruang untuk mengekspresikan diri. Tanpa ada bayang-bayang tanggung jawab yang mengintai setiap saat. Nggak perlu merasa bersalah saat ingin diam saja menikmati waktu me time.

Masalahnya, keputusan sewa apartemen bukan hal yang sepele. Ada banyak hal yang perlu kupikirkan, mulai dari budget, lokasi yang aman untukku, tipe unit yang cocok, sampai urusan teknis lainnya.

Makanya, aku menulis artikel ini sebagai pegangan untuk anak sulung perempuan yang lagi berada di fase yang sama sepertiku. Ingin punya ruang sendiri.

Soalnya, aku ingin berbagi pengalaman sekaligus tips sewa apartemen yang realistis. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi biar kalian lebih siap aja gitu lho.

So, kalian mau baca artikelku hingga akhir ‘kan Sobat Filia? Aku sih berharap kalian bisa menemukan informasi yang cocok dan nggak lagi merasa sendirian saat mencari apartemen.

Tips Sewa Apartemen untuk Anak Sulung Perempuan

1. Aku Mulai dari Bertanya ke Diri Sendiri

Cari apartemen biasanya emang se-simpel buka aplikasi properti. Di sana, akan ada banyak pilihan unit yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Baca juga:  Ini Lho Penyebab Masalah Ketiak yang Perlu Kita Perhatikan

Tapi eh tapi, satu hal yang kupikir harus kulakukan terlebih dahulu sebelum menyelam ke lautan properti, khususnya apartemen.

Aku harus tahu dulu, apa sebenarnya tujuanku menyewa apartemen. Katakan saja, aku ingin ketenangan.

Memangnya, di rumah nggak bisa tenang, Yun?

Asal kalian tahu saja ya, Sobat Filia. Bagi seorang anak sulung perempuan sepertiku, terkadang rumah bukan tempat untuk istirahat.

Rumah bisa jadi sarang masalah. Apalagi kalau punya orang tua yang empatinya nihil. Adik yang salah pergaulan. Dan aku yang merasa punya kewajiban untuk menyelesaikan semua masalah secepatnya.

Puyeng kepala kalau tetap bertahan dengan segala masalah yang muncul, Beibs.

Makanya, kupikir keputusan untuk mencari apartemen bukan impulsif. Lebih ke kebutuhan untuk menata kembali emosi dan ketenangan.

Alasan ini penting untuk kujadikan pegangan saat aku mulai memilih apartemen yang nantinya akan kusewa.

2. Soal Budget, Aku Belajar Realistis

Jujurly, aku sempat tergoda unit yang cantik-cantik. Bukannya apa sih. Aku berpikir dengan unit yang cantik bisa sekalian jadi tempat buat bikin konten. Demi estetika gitu deh.

Tapi, aku menyadari satu hal. Unit apartemen yang cantik dan estetik tentu punya cost yang nggak murah. Diam-diam aku melirik kondisi dompet finansialku sendiri.

Meskipun, dengan peluang mendapatkan penghasilan dari konten, aku belajar realistis. Saat ini, aku ogah stres mikirin uang sewa tiap akhir bulan.

Mana kalau tinggal di apartemen tuh aku nggak hanya akan mengeluarkan uang sewa doang. Masih ada biaya tambahan sewa apartemen yang lain, kayak:

  • IPL (iuran pengelolaan lingkungan)
  • Listrik dan air
  • Internet
  • Parkir (kalau ada)
Baca juga:  3 Hal Manis yang Aman dari Kencing Manis

Ya sudahlah. Mending, aku fokus cari sewa apartemen murah saja yang lebih masuk akal buat kondisiku sekarang saja. Nggak harus sempurna, yang penting bikin aku bisa bernapas lebih lega.

3. Lokasi yang Bikin Merasa Aman

lokasi apartemen harus aman

Sebagai perempuan yang bakal tinggal sendiri, aku pikir rasa aman harus jadi nomor satu.

Bukan cuma mikirin kompleks apartemennya dekat mana, tapi juga soal apa aku bakalan aman semisal pulang malam ke sini? Kira-kira begitulah.

Soalnya, aku ‘kan masih sering beraktivitas di luar ya. Ngeri aja kalau pas harus pulang malam tapi lokasi sekitaran apartemenku nggak aman.

Terus, kalau kalian masih sibuk di sekitar area pendidikan, saranku sih pilih apartemen dekat kampus. Aksesnya mudah dan biasanya lingkungannya lebih hidup.

Kalau mau cek sih, kalian bisa datang langsung ke lokasinya. Mungkin sore hari. Terus, perhatikan dah tuh suasananya. Libatkan intuisi kalian juga ya, Sobat Filia.

4. Jatuh Cinta Sama Apartemen Studio

Pilihan unit apartemen bisa bebas sih. Kalian bisa sesuaikan sama kondisi finansial dan kebutuhan ruang masing-masing.

Buat kalian yang ingin apartemen fancy, luas, dan budgetnya ada mah gas saja. Tapi, kalau kondisiku nggak bisa asal gas. Buatku, apartemen studio sudah pas banget.

Satu ruang meski nggak luas, tapi cukup. Nggak ribet. Nggak banyak distraksi. Gampang juga mengaturnya. Sederhana dan tenang gitulah.

5. Berani Nego Harga Sewa Apartemen

nego harga sewa apartemen

Sebagai perempuan, apalagi anak sulung, aku kayak sudah terbiasa “nggak enakan”. Padahal ini soal tempat tinggalku sendiri.

Makanya, aku berusaha banget mencari cara nego harga sewa apartemen dengan benar. Nggak bikin aku rugi, tapi masih masuk akal buat yang menyewakan.

Baca juga:  Cinta Tuh Perlu Bukti, Tapi Kado Buat Pasangan Jangan Itu-Itu Lagi Dong!

Kalau perlu, aku bertanya detail. Bodo amat mau dibilang ribet atau apa. Lha, daripada aku kerepotan sendiri nanti. Itung-itung biar nggak merasa tertipu di kemudian hari.

Oh iya, saranku sih kalau kalian lagi cari apartemen, perhatikan baik-baik beberapa hal, sebagai berikut:

  • syarat sewa apartemen
  • dan hal yang harus diperhatikan saat sewa apartemen, mulai dari kondisi unit sampai aturan waktu berkunjung tamu (kalau ada).

Menurutku sih, mending capek di awal daripada capek berkepanjangan. Iya nggak? Hehehe….

Sewa Apartemen Memang Sepi, Tapi Ya Udah sih….

Aku tahu banget, tinggal di apartemen akan membuatku bertemu dengan orang-orang yang individualis. Jarang banget ‘kan ada penghuni apartemen yang mau sering-sering sosialisasi ke tetangga?

Sudah pasti aku akan berteman sepi. Tapi, ya udah sih. Toh, sepi juga nggak selalu jahat kok.

Apalagi, sebagai anak sulung, aku jarang benar-benar sendirian. Setiap harinya mah ada saja yang merecoki. Entah orang tua atau adik-adik.

Jadi, bagiku sepi saat tinggal di apartemen justru jadi ruang untukku bisa mendengar isi kepala sendiri. Tanpa interupsi, tanpa tuntutan apapun. Bebas.

Pergi Supaya Tetap Waras

Mungkin banyak tetanggaku yang berpikir kalau aku adalah anak durhaka yang sedang membangkang ke orang tua. Tapi, aku masa bodoh dengan semua itu.

Mereka mana tahu masalahku di rumah. Gimana aku bertahan untuk tetap stay cool dan waras di tengah badai masalah yang ada?

Dan inilah caraku merawat diri agar bisa tetap menjadi anak, saudara, dan manusia yang lebih utuh. Dengan menyewa apartemen yang nyaman.

Kalau kalian, terutama anak sulung perempuan dan sedang mempertimbangkan hal yang sama, aku cuma ingin bilang. Perasaan kalian valid kok. Kalian nggak berlebihan sama sekali. Kalian cuma sedang belajar bernapas.

Dan semoga, ruang yang kalian pilih nanti bisa jadi tempat pulih. Bukan tempat untuk bersembunyi dari masalah. Kalian bisa baca tips sewa apartemen ala aku ini buat panduan ya.

Aku memilih punya ruang sendiri bukan karena aku menyerah. Tapi, karena aku ingin bertahan.

Related Posts

20 thoughts on “Tips Sewa Apartemen untuk Anak Sulung Perempuan

  1. Hmm… anak pertama perempuan juga adalah saya
    Namun belum mampu untuk sewa apartemen
    Dulu cuma kost-kostan itupun ga diizinkan
    Akhirnya doa terkabul saya pergi jauh dengan merantau dan dapat jodoh jauh pula dari kampung halaman dan semuanya it’s okay

  2. Saya ingat beberapa teman saya tuh mulai berfikir punya apartemen daripada rumah Mbak. Apalagi rata² teman saya tuh tinggal di kota besar macam jakarta dan surabaya, mana lahan untuk perumahan terbilang terbatas.

    Nah, ternyata saya baru tahu ada namanya IPL. IPL nih mirip dengan kebersihan dan keamanan gitu nggak sih kalau di perumahan? Dan termasuk beberapa diantaranya tuh perawatan apartemen masuk di IPL.

  3. Enaknya di apartemen, itu memang rata-rata udah ada fasilitas lengkap bahkan sampe ke lifestylenya juga. macem kolam renang, tempat fitness, kantin, dan lain-lain. Ya gak semua si memang, tapi sebagian besar si begitu.
    Kalo memang tujuannya mencari ketenangan, wajar banget lah mbak. Bahkan meski gak ada masalah apapun di rumah, menurutku wajar-wajar saja kalau kita mau tinggal sendiri. Toh, sudah besar kok. Sudah bisa membuat keputusan sendiri.

  4. Relatable banget, Kak Filia! Membaca ini rasanya seperti divalidasi sebagai sesama anak sulung perempuan. Memang benar, terkadang kita butuh “ruang bernapas” bukan karena egois, tapi demi menjaga kewarasan mental agar bisa terus berfungsi dengan baik.
    Tips soal budget realistis dan memilih tipe studio itu masuk akal banget untuk langkah awal mandiri. Terima kasih sudah berbagi perspektif yang jujur dan menyentuh ini. Semangat terus untuk kita para tulang punggung keluarga!

  5. Tos dulu mbaaa…aku juga anak sulung dan perempuan satu-satunya..kurang combo apa coba wkwkwkw…dan bener banget kadang aku juga merasa overwhelmed kurang waktu buat diri sendiri…kalo sudah kayak gini aku pasti uring-uringan sendiri dan sesudahnya jadi merasa bersalah…dan rumah sendiri merupakan salah satu zona nyaman ku dimana aku bisa benar2 nyaman dan memperhatikan diri sendiri…
    Buat anak sulung perempuan…yokkk semangat yokkkk 🙂

  6. Stikma tinggal di Apartemen itu sepi, individualis tidak sepenuhnya tepat. Aku sendiri mengalami. Aku dulu anti tinggal di apartemen karena tidak bisa jauh dari tanah.

    Nyatanya hidup sehebat itu mengaturnya.
    Apart yg aku tinggalin selantai dengan taman. Tetap bisa bersosialisasi dengan orang2 di kantin, pegawainya dan pemilik.
    Juga dengan resepsionis dan satpam.

    anw, terima kasih sudah berani menyelamatkan diri untuk tinggal sendiri. Soal cinta pada keluarga, banyak cara bisa dilakukan selain tinggal serumah.

  7. Aku juga anak sulung perempuan mbak dan ya ada saatnya aku pengin tinggal sendiri. Untungnya sejak kuliah aku sudah kos. Jadi sudah punya ruang sendiri. Aku sih belum pernah sewa apartemen, tapi pernah tinggal di kos yang mirip mini studio. Ada pantry, kamar mandi dalam, tempat tidur, balkon, tv dll. Emang tinggal sendiri terasa lebih bebas, tapi tantangannya kalau lagi sakit nggak ada yang ngurus 😅

  8. Ini topik yang sensitif tapi penting banget dibahas dengan kepala dingin. Keputusan menyewa apartemen memang bukan cuma soal tempat tinggal, tapi soal kesiapan, keamanan, dan tanggung jawab sebagai anak sulung. Semoga tulisan Mbak Yuni ini bisa membantu banyak orang tua dan anak berdiskusi dengan lebih terbuka dan saling memahami.

  9. Ngelepas anak sulung perempuan tuh rasanya dagdigdug banget ya kak. Meski biasanya udh lbh dewasa dibanding bungsu tp ya tetap aja namanya anak pertama, ngelepas dan masukin ke apartemen. Ya bs lbh terjaga sih drpd kos2an.

    Mknya kita sbg ortu tuh hrs pinter bgt ngatur keuangan dan nyiapin bekal tempat tinggal mereka entah utk kerja/persiapan nikah nantinya.

    Begitu jg soal lokasi, tipe (cocok sih kalo pilih studio), harga, dan budget kita. Hrs dipikirin bgt mulai dr skrg.

  10. Mbak, peluk virtual. Tos, aku paham banget gimana rasanya jadi anak sulung perempuan huhuhu.

    Gapapa banget, sewa apartemen. Cari ketenangan dan kenyamanan. Biar makin produktif dan semangat berkarya. Tetapi memang mesti teliti dan hati-hati. Memastikan lingkungan yang di pilih pun bagus serta aman.

    Take care & enjoy you’r life. Lancar semua yang diimpikan. Semangat terus ya.

  11. Sepertinya ini nggak hanya buat anak sulung aja, tapi juga anak tengah maupun yang bungsu, karena perlu banget peka terhadap sekitar, apalagi tinggal sendirian di apartemen kan.

  12. Kayanya apartemen studio cocok deh buat tinggal sendiri, apalagi penyuka minimalis, kayanya bakal nyaman dah. Tapi, ya tergantung prefensi masing-masing juga kali. Mungkin ada teman-teman yang suka ruang yang lebih luas, ini bisa menyesuaikan juga dengan budget.

  13. Memang secara tidak langsung, anak sulung menjadi tumpuan keluarga juga, Mbak, kalau ada urusan ini itu, si sulung disuruh maju. Apalagi kalau anak perempuan. pasti kena jatah mengurus adik-adik juga. Maka saat dewasa pun, tanggung jawab itu masih diemban. Rumah pun bukan tempat istirahat yang nyaman. Apalagi kalau masih pada ngumpul. Pasti ada saja masalah.
    Jadi memutuskan keluar dari rumah lalu menyewa aparteman adalah hal yang baik. Apalagi kalau apartemen juga sesuai kebutuhan. Bisa rehat me time sekaligus memberi kesempatan buat adik-adik untuk mandiri dan bertanggung jawab juga.

  14. Memang secara tidak langsung, anak sulung menjadi tumpuan keluarga juga, Mbak, kalau ada urusan ini itu, si sulung disuruh maju. Apalagi kalau anak perempuan. pasti kena jatah mengurus adik-adik juga. Maka saat dewasa pun, tanggung jawab itu masih diemban. Rumah pun bukan tempat istirahat yang nyaman. Apalagi kalau masih pada ngumpul. Pasti ada saja masalah.
    Jadi memutuskan keluar dari rumah lalu menyewa aparteman adalah hal yang baik. Apalagi kalau apartemen juga sesuai kebutuhan. Bisa rehat me time sekaligus memberi kesempatan buat adik-adik untuk mandiri dan bertanggung jawab juga dan gantian mengurusi urusan keluarga

  15. Memilih apartemen untuk anak sulung perempuan memang nggak bisa sembarangan ya
    Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan
    Nggak hanya fasilitas, tetapi juga lokasi harus aman dan nyaman

  16. Bener ka, perasaan untuk menyendiri kayak gini itu valid kok. Jangan korbankan perasaan kalian dengan perasaan gak enak dan takut dibilang durhaka.

    Etapi dari sisi ibu yang punya anak sulung perempuan, semoga saja kalaupun dia memutuskan untuk menyewa apartemen sendiri kayak gini itu bukan karena orangtuanya toxic, huhu. Tapi lebih karena ingin belajar mandiri. InsyaAllah aku bakal menyetujui kalau memang tujuannya supaya bisa mandiri dan mau punya ruang sendiri yang nyaman.

    Anw, mending capek di awal daripada capek berkepanjangan, ituu setuju banget! Mending repot tanya sana sini dan “cerewet” dengan segala sesuatunya demi keamanan dan kenyamanan selama tinggal di sana. Daripada repot di kemudian hari.

    Sukses yaa, dan semoga dengan menyewa apartemen gini bisa makin mengenal diri sendiri 🙂

  17. Jadi anak sulung memang sesuatu banget yha kak?
    perasaan kamu itu valid bngt, dan untunglah kamu tdk menjadi people pleaser…serta bisa mendapatkan solusi apato yg cocok. Kereeennn dan berkah selalu untuk kamu yaa😍🙏

  18. kadang semakin kita dewasa kita perlu ruang untuk diri sendiri ya dan tidak selalu direcoki orang tua. Memilih apartemen studio untuk tinggal sendiri bisa jadi keputusan yang tepat namun tentunya jangan lupa kita selalu memiliki rumah untuk kembali dengan catatan tidak ada masalah dengan orang tua

  19. Apapun alasananya untuk keluar rumah, selalu penting untuk menjaga waspada ya Mba. Termasuk tips ini bisa dijadikan ceklis penting memilih hunian. Terutama sewa apartemen. Karena keamanan yang terutama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *